Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia digital kini semakin masif, termasuk dalam pembuatan website, desain visual, hingga konten otomatis. Di satu sisi, AI sangat membantu efisiensi kerja. Namun di sisi lain, AI dapat menjadi berbahaya jika digunakan tanpa pemahaman, etika, dan pengawasan manusia.
Salah satu contoh nyata yang sempat terjadi adalah ketika seseorang ingin membuat ucapan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW menggunakan AI, tetapi justru menghasilkan visual seseorang berjubah ala Arab yang digambarkan naik ke angkasa dengan kuda terbang. Kesalahan ini menunjukkan bahwa AI tidak memahami nilai, konteks, maupun adab keagamaan.
Bagi pemilik website dan pelaku bisnis digital, kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
AI Canggih, Tapi Tidak Punya Akal dan Etika
AI bekerja berdasarkan data dan pola, bukan berdasarkan pemahaman moral, aqidah, atau nilai budaya. Ketika AI digunakan untuk membuat konten tanpa arahan yang tepat, hasilnya bisa:
- Keliru secara makna
- Tidak sesuai dengan nilai agama dan budaya
- Menimbulkan kontroversi
- Merusak citra website dan brand
Dalam konteks website profesional, konten yang salah jauh lebih berbahaya daripada website yang sederhana.
Dampak Kesalahan Konten AI bagi Website dan Bisnis
Banyak pelaku usaha tergoda menggunakan AI secara instan tanpa proses kurasi. Padahal, kesalahan kecil bisa berdampak besar, seperti:
1. Turunnya Kepercayaan Pengunjung
Konten yang keliru atau tidak pantas membuat pengunjung ragu terhadap kredibilitas website.
2. Citra Brand Menjadi Negatif
Website adalah wajah bisnis. Konten AI yang salah bisa mencoreng reputasi dalam waktu singkat.
3. Risiko Etika dan Nilai
Untuk website bernuansa Islami atau lokal, kesalahan konteks dapat menyinggung nilai yang dijunjung masyarakat.
4. SEO Tidak Berkualitas
Google semakin pintar. Konten tanpa nilai, tanpa kejelasan, dan tanpa kontrol manusia cenderung sulit bersaing di halaman pertama.
AI Harus Dikendalikan, Bukan Dibiarkan
AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengambil keputusan utama. Dalam pengelolaan website yang sehat, prinsip berikut sangat penting:
- AI digunakan untuk membantu riset dan draft awal
- Konten tetap disunting dan dikurasi manusia
- Nilai brand dan target audiens menjadi acuan utama
- Visual sensitif tidak dibuat secara otomatis
Website yang baik bukan hanya cepat jadi, tetapi tepat secara pesan.
Peran Website Profesional dalam Era AI
Di Onlinekansaja, kami memahami bahwa website bukan sekadar tampilan, tetapi juga media komunikasi, kepercayaan, dan tanggung jawab. Oleh karena itu:
- Struktur website disesuaikan dengan tujuan bisnis
- Konten diarahkan agar aman, relevan, dan beretika
- SEO dibangun secara natural dan berkelanjutan
- Teknologi digunakan dengan kontrol, bukan asal otomatis
- AI boleh digunakan, tetapi kendali tetap di tangan manusia.
Kasus kesalahan visual Isra Mi’raj akibat AI menjadi pengingat bahwa teknologi tanpa nilai dapat menimbulkan masalah, meskipun niat awalnya baik. Dalam dunia website dan bisnis digital, kehati-hatian adalah kunci.
Website yang profesional bukan hanya dinilai dari kecanggihan teknologinya, tetapi dari ketepatan pesan dan kepercayaan yang dibangun.
Jika Anda ingin memiliki website yang aman secara konten, kuat secara branding, dan sehat secara SEO, maka pendampingan yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren.
Onlinekansaja – Membantu UMKM dan bisnis lokal membangun website yang tepat guna, bernilai, dan berkelanjutan.


